Program mobil murah dan ramah
lingkungan yang diluncurkan pemerintah dianggap sebagai sebuah agenda gila.
Sebab,untuk konteks Jakarta yang sedang berperang melawan kemacetan,tentunya kebijakan
pemerintah pusat ini menjadi batu sandungan untuk kebijakan pemerintah DKI.
Jakarta saat ini
berpenduduk lebih kurang 10 juta jiwa dengan jumlah motor yang hampir setara
jumlah penduduk yakni 9,8 juta unit, dan mobil 2,5 juta unit. Sementara
kabarnya sejak peluncuran beberapa waktu lalu, sudah 17.557 unit mobil murah
terjual dan sekarang ditambah lagi 7.000 unit pesanan yang disumbang dari
wilayah Jakarta saja.
Akibat adanya
program mobil murah, konsumsi bahan bakar akan semakin tinggi, kebutuhan BBM
(bahan bakar minyak) minyak mobil per bulan 200 liter dan motor 20 liter per
bulan.
"Saya pikir, bahwa program penghematan bahan bakar nasional akan gagal. Bisa lebih banyak kita impor minyak dari luar. Jadi, bukan menyelesaikan masalah transportasi, tapi justru bertambah
runyam. Saya masih mempertanyakan soal solusi yang ditawarkan Menteri perindustrian soal kemeratan distribusi mobil murah ke daerah diluar Jakarta. Buktinya, dari segi pesanan, tetap saja DKI penyumbang terbesar”.
bulan.
"Saya pikir, bahwa program penghematan bahan bakar nasional akan gagal. Bisa lebih banyak kita impor minyak dari luar. Jadi, bukan menyelesaikan masalah transportasi, tapi justru bertambah
runyam. Saya masih mempertanyakan soal solusi yang ditawarkan Menteri perindustrian soal kemeratan distribusi mobil murah ke daerah diluar Jakarta. Buktinya, dari segi pesanan, tetap saja DKI penyumbang terbesar”.
"Akan dikhawatirkan, maka demi
konsumerisme dan budaya materialisme, mereka pun akan membeli dengan kredit dan
menimbulkan masalah baru lagi, seperti misalnya akan berdampak pada tuntutan
untuk penurunan harga BBM, tuntutan kenaikan gaji yang mungkin tidak sanggup
dipenuhi oleh pengusaha,"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar