Selamat Datang Di Blog Saya

Sabtu, 30 November 2013

Contoh Karangan Pendek Mobil Murah



                   Program mobil murah dan ramah lingkungan yang diluncurkan pemerintah dianggap sebagai sebuah agenda gila. Sebab,untuk konteks Jakarta yang sedang berperang melawan kemacetan,tentunya kebijakan pemerintah pusat ini menjadi batu sandungan untuk kebijakan pemerintah DKI.
 
                   Jakarta saat ini berpenduduk lebih kurang 10 juta jiwa dengan jumlah motor yang hampir setara jumlah penduduk yakni 9,8 juta unit, dan mobil 2,5 juta unit. Sementara kabarnya sejak peluncuran beberapa waktu lalu, sudah 17.557 unit mobil murah terjual dan sekarang ditambah lagi 7.000 unit pesanan yang disumbang dari wilayah Jakarta saja.

                "Ini gila!dalam tempo beberapa minggu saja sudah besar jumlah tambahan mobil di DKI. Bagaimana lagi kemacetan yang akan kita hadapi? cari parkir mobil saja sudah sulit, polusi sudah parah, orang bakal terjebak di jalanan dan terlambat kerja, serta aktivitas ekonomi lainnya menjadi terhalang. Saya perhitungkan ini akan berdampak buruk bagi produktifitas perekonomian secara keseluruhan.
                   Akibat adanya program mobil murah, konsumsi bahan bakar akan semakin tinggi, kebutuhan BBM (bahan bakar minyak) minyak mobil per bulan 200 liter dan motor 20 liter per
bulan.
"Saya pikir, bahwa program penghematan bahan bakar nasional akan gagal. Bisa lebih banyak kita impor minyak dari luar. Jadi, bukan menyelesaikan masalah transportasi, tapi justru bertambah
runyam. Saya masih mempertanyakan soal solusi yang ditawarkan Menteri perindustrian soal kemeratan distribusi mobil murah ke daerah diluar Jakarta. Buktinya, dari segi pesanan, tetap saja DKI penyumbang terbesar”.

           Alasan pemerintah meluncurkan mobil murah demi rakyat miskin dipandang justru salah. Sebaliknya, dengan adanya program mobil murah ujung-ujungnya juga beban bagi masyarakatmiskin dan juga bagi pemerintah dalam segi kemacetan dan penyediaan bahan bakar. Jika dilihat dari kebutuhan masyarakat miskin sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Bagi mereka, mobil masih masuk kategori barang tersier.
 "Akan dikhawatirkan, maka demi konsumerisme dan budaya materialisme, mereka pun akan membeli dengan kredit dan menimbulkan masalah baru lagi, seperti misalnya akan berdampak pada tuntutan untuk penurunan harga BBM, tuntutan kenaikan gaji yang mungkin tidak sanggup dipenuhi oleh pengusaha,"

Tidak ada komentar :

Posting Komentar