Perancanaan dan Penganggaran Perusahan
1.
Pengertian
Anggaran
Yaitu suatu rencana yang disusun secara
sistematis dalam bentuk angka dan diyatakan dalam unit moneter yang meliputi
suatu kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang
akan datang.
2.
Jenis-jenia Anggaran
1.
Anggaran
Penjualan
2.
Anggaran
Produksi
3.
Anggaran
Biaya Bahan Baku
4.
Anggaran
Biaya Overhead Pabrik
5.
Anggaran
Persedian
6.
Anggaran
Biaya Non Produksi
7.
Anggaran
Pengeluaran atau Modal
8.
Anggaran
Kas
9.
Anggaran
Rugi atau Laba
3.
HUBUNGAN
ANGGARAN DENGAN MANAJEMEN
Secara sederhana,
manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan
(planning), mengadakan pengorganisasian (organizing), mengadakan pengarahan dan
pembimbingan (directing), mengadakan pengkoordinasian (coordinating) serta
mengadakan pengawasan (controling) terhadap orang-orang dan barang-barang,
untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.
Dari pengertian tersebut
nampaklah bahwa ada lima fungsi manajemen yaitu:
1. Menyusun rencana untuk
menjadikan sebagai pedoman kerja (planning).
2. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan
pembagian wewenang dan pembagian tanggung jawab kepada para personil (karyawan)
perusahaan (organizing)
3. Membimbing, memberi
petunjuk dan mengarahkan para karyawan (directing).
4. Menciptakan koordinasi
dan kerja sama yang serasi diantara semua bagian – bagian yang ada dalam
perusahaan (coordinating).
5. Mengadakan pengawasan
terhadap kerja para karyawan di dalam merealisasikan apa yang tertuang dalam
rencana perusahaan yang telah ditetapkan (controling).
Dengan demikian maka
nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk membantu menjalankan
fungsi-fungsinya. Oleh karena anggaran hanyalah sebagai suatu alat bagi
manajemen, maka meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan
begitu sempurna, namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan.
Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta
realisasinya nanti juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh
tangan-tangan manajemen (manajer) yang trampil dan berbakat. Disamping itu,
anggaran sebagai suatu alat masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan,
antara lain:
a. Anggaran disusun
berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun cermatnya taksiran
tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan taksiran yang benar-benar
akurat dan kemudian sama sekali tidak berbeda dengan kenyataannya nanti.
b. Taksiran-taksiran
dalam anggaran disusun dengan mempertimbangkan berbagai data, infofilasi dan
faktor-faktor baik yang baik controlable maupun yang uncontrolable. Dengan
demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan terhadap data informasi
serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula ketetapan taksiran-taksiran yang
telah disusun tersebut.
c. Berhasil atau tidaknya
pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada manusia-manusia
pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa direalisasikan bilamana para
pelaksananya tidak mempunyai ketrampilan serta kecakapan yang memadai.
Hubungan yang lain antara
anggaran dengan manajemen adalah dalam membantu manajemen dalam mengelola
perusahaan. Manajemen harus mengambil keputusan-keputusan yang paling
menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan
diproduksi dan dijual, memilih atau menyeleksi langganan, menentukan tingkat
harga, metoda-metoda produksi, metoda-metoda distribusi, termin penjualan.
Tujuan Penyusunan
anggaran
1. Untuk menyatakan
harapan / sasaran perusahaan secara jelas dan formal sehingga bisa menghindari
kerancuan
2. Mengkomunikasikan harapan
manajemen kepada pihak – pihak terkait
3. Menyediakan rencana
secara rinci mengenai aktivitas dengan, maksud mengurangi ketidak pastian
4. Untuk
mengkoordinasikan cara / metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan
sumber daya
Menyediakan alat pengkur
dan mengendalikan kinerja individu
H.W.
Allen Sweeny (Hanfbook of Budgeting, 1981) mengemukakan bahwa ada beberapa
kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan yang menggunakan anggaran untuk
melakukan kegiatannya adalah sebagai berikut:
a. dengan anggaran manajemen mempunyai alat
analitik yang akurat dan tepat waktu,
b. dengan anggaran manajemen mempunyai
kemampuan untuk memprediksi kinerja,
c. dengan anggaran perusahaan dibantu untuk
mengalokasikan sumber dayasumber daya,
d. dengan anggaran perusahaan mempunyai
kemampuan untuk mengendalikan kinerja,
e. dengan anggaran, perusahaan mendapat
peringatan lebih dini yang berasal dari prediksinya,
f. dengan anggaran, perusahaan melihat
tanda-tanda lebih dini akan kehadiran peluang-peluang maupun ancaman-ancaman,
g. dengan anggaran perusahaan mampu
menggunakan kinerja masa lalu sebagai petunjuk atau pengetahuan,
h. dengan anggaran, perusahaan mempunyai
format yang dapat dimengerti, yang membawa konsensus dan dukungan untuk annual
budget
4. Peranan Manajemen dan Prilaku dalam Proses
Manajerial
Peranan manajemen dalam proses manajerial adalah peranan antar
pribadi yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain,yang bersifat seremonial dan
simbolis. Peran ini melilputi peranan sebagai figure untuk anak buah,pemimpin
dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional meliputi peran manejer
sebagai pemantau dan penyebar informasi serta peran sebagai juru bicara. Yang
ketiga adalah peran pengambilan keputusan meliputi peran sebagai seorang
wirausahaan,peran masalah,pembagi sumber daya dan perunding.
5. Proses Peyusunan Anggaran
Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah
ditetapkan.
Penyusunan
anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.
Anggaran
merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk
periode satu tahun.
Karakteristik
Anggaran :
- Anggaran
mengestimasi tingkat laba potensial
dari suatu unit usaha
- Anggaran
dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut
dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau
diproduksi)
- Anggaran
umumnya meliputi periode satu tahun
- Anggaran
merupakan komitmen manajemen
- Usulan
anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari
penyusun anggaran
- Anggaran
yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
- Secara
periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya
dan dijelaskan
Kegunaan anggaran :
- Memperjelas
rencana strategi
- Membantu
koordinasikan kegiatan beberapa
bagian dari suatu organisasi
- Melimpahkan
tanggung jawab kepada manajer
- Memperoleh
kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer
Isi anggaran :
- Anggaran
pendapatan
- Anggaran
Biaya produksi dan Biaya penjualan
- Anggaran
biaya pemasaran
- Anggaran
Biaya Adiministrasi dan Umum
- Anggaran
litbang
- Anggaran
lainnya : anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas
Proses penyusunan anggaran :
- Menerbitkan
pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer
puncak
- Membuat
proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
- Negosiasi,
yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
- Slack,
yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan biaya
- Review
dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
- Revisi
anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus
Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
- Simulasi
- Estimasi
Probabilitas
- Anggaran
tak terduga