Selamat Datang Di Blog Saya

Kamis, 09 Oktober 2014

Perencanaan dan Penganggaran Perusahan

Perancanaan dan Penganggaran Perusahan

1.   Pengertian Anggaran
Yaitu suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan diyatakan dalam unit moneter yang meliputi suatu kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang.

2.  Jenis-jenia Anggaran
1.      Anggaran Penjualan
2.      Anggaran Produksi
3.      Anggaran Biaya Bahan Baku
4.      Anggaran Biaya Overhead Pabrik
5.      Anggaran Persedian
6.      Anggaran Biaya Non Produksi
7.      Anggaran Pengeluaran atau Modal
8.      Anggaran Kas
9.      Anggaran Rugi atau Laba

3.  HUBUNGAN ANGGARAN DENGAN MANAJEMEN
Secara sederhana, manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan (planning), mengadakan pengorganisasian (organizing), mengadakan pengarahan dan pembimbingan (directing), mengadakan pengkoordinasian (coordinating) serta mengadakan pengawasan (controling) terhadap orang-orang dan barang-barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

Dari pengertian tersebut nampaklah bahwa ada lima fungsi manajemen yaitu:
1. Menyusun rencana untuk menjadikan sebagai pedoman kerja (planning).
2. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan pembagian tanggung jawab kepada para personil (karyawan) perusahaan (organizing)
3. Membimbing, memberi petunjuk dan mengarahkan para karyawan (directing).
4. Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi diantara semua bagian – bagian yang ada dalam perusahaan (coordinating).
5. Mengadakan pengawasan terhadap kerja para karyawan di dalam merealisasikan apa yang tertuang dalam rencana perusahaan yang telah ditetapkan (controling).

Dengan demikian maka nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk membantu menjalankan fungsi-fungsinya. Oleh karena anggaran hanyalah sebagai suatu alat bagi manajemen, maka meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan begitu sempurna, namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan. Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan manajemen (manajer) yang trampil dan berbakat. Disamping itu, anggaran sebagai suatu alat masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain:
a. Anggaran disusun berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun cermatnya taksiran tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan taksiran yang benar-benar akurat dan kemudian sama sekali tidak berbeda dengan kenyataannya nanti.
b. Taksiran-taksiran dalam anggaran disusun dengan mempertimbangkan berbagai data, infofilasi dan faktor-faktor baik yang baik controlable maupun yang uncontrolable. Dengan demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan terhadap data informasi serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula ketetapan taksiran-taksiran yang telah disusun tersebut.
c. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada manusia-manusia pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa direalisasikan bilamana para pelaksananya tidak mempunyai ketrampilan serta kecakapan yang memadai.

Hubungan yang lain antara anggaran dengan manajemen adalah dalam membantu manajemen dalam mengelola perusahaan. Manajemen harus mengambil keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih atau menyeleksi langganan, menentukan tingkat harga, metoda-metoda produksi, metoda-metoda distribusi, termin penjualan.

Tujuan Penyusunan anggaran
1. Untuk menyatakan harapan / sasaran perusahaan secara jelas dan formal sehingga bisa menghindari kerancuan
2. Mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak – pihak terkait
3. Menyediakan rencana secara rinci mengenai aktivitas dengan, maksud mengurangi ketidak pastian
4. Untuk mengkoordinasikan cara / metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya

Menyediakan alat pengkur dan mengendalikan kinerja individu
H.W. Allen Sweeny (Hanfbook of Budgeting, 1981) mengemukakan bahwa ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan yang menggunakan anggaran untuk melakukan kegiatannya adalah sebagai berikut:
a. dengan anggaran manajemen mempunyai alat analitik yang akurat dan tepat waktu,
b. dengan anggaran manajemen mempunyai kemampuan untuk memprediksi kinerja,
c. dengan anggaran perusahaan dibantu untuk mengalokasikan sumber dayasumber daya,
d. dengan anggaran perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan kinerja,
e. dengan anggaran, perusahaan mendapat peringatan lebih dini yang berasal dari prediksinya,
f. dengan anggaran, perusahaan melihat tanda-tanda lebih dini akan kehadiran peluang-peluang maupun ancaman-ancaman,
g. dengan anggaran perusahaan mampu menggunakan kinerja masa lalu sebagai petunjuk atau pengetahuan,
h. dengan anggaran, perusahaan mempunyai format yang dapat dimengerti, yang membawa konsensus dan dukungan untuk annual budget


4. Peranan Manajemen dan Prilaku dalam Proses Manajerial
           Peranan manajemen dalam proses manajerial adalah peranan antar pribadi yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain,yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini melilputi peranan sebagai figure untuk anak buah,pemimpin dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional meliputi peran manejer sebagai pemantau dan penyebar informasi serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan meliputi peran sebagai seorang wirausahaan,peran masalah,pembagi sumber daya dan perunding.

5. Proses Peyusunan Anggaran

Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan.

Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.

Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.

Karakteristik Anggaran :
  1. Anggaran mengestimasi  tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
  2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
  3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun
  4. Anggaran merupakan komitmen manajemen
  5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
  6. Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
  7. Secara periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya dan dijelaskan

Kegunaan anggaran :
  1. Memperjelas rencana strategi
  2. Membantu koordinasikan kegiatan beberapa  bagian dari suatu organisasi
  3. Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer
  4. Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer

Isi anggaran :
  1. Anggaran pendapatan
  2. Anggaran Biaya produksi dan Biaya penjualan
  3. Anggaran biaya pemasaran
  4. Anggaran Biaya Adiministrasi dan Umum
  5. Anggaran litbang
  6. Anggaran lainnya : anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas

Proses penyusunan anggaran :
  1. Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
  2. Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
  3. Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
  4. Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan  biaya
  5. Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
  6. Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus

Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
  1. Simulasi
  2. Estimasi Probabilitas
  3. Anggaran tak terduga






Tidak ada komentar :

Posting Komentar