Analisis
Perubahan Pendapatan, Analisis Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari
aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan.
Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan
jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran. Pertumbuhan pendapatan
merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa
perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga
pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik
melalui saham untuk menarik investor.
Sumber pendapatan :
- Transaksi modal atau pendanaan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleH pemegang obligasi dan pemegang saham.
- Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan.
- Hadiah , sumbangan atau penemuan
- Revaluasi aktiva
- Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk
- EARNING PROCESS (proses pembentukan pendapatan) = konsep terjadinya pendapatan . Pendapatan dianggap terbentuk bersamaan dengan seluruh proses berlangsungnya operasi perusahaan (produksi, penjualan dan pengumpulan piutang).
- REALIZATION PROCESS (proses realisasi pendapatan) .Pendapatan dianggap terbentuk setelah produK selesai dikerjakan dan terjual langsung / atas dasar kontrak penjualan.
Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi Laba Bersih atau Pendapatan :
- Volume produk yang dijual
- Harga jual produk
- Biaya produksI
Pengukuran Pendapatan
Pendapatan diukur dengan nilai
wajar yang dapat diterima, jumlah pendapatan biasanya ditentukan oleh
persetujuan antara perusahaan dan pembeli yang diukur dengan nilai wajar
imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah
discount dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan, umumnya
berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk dari kas atau setara kas
ditangguhkan nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah
nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima.
Bila barang atau jasa
dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat nilai yang sama maka
pertukaran tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Dan
bila barang dijual atau jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang dan
jasa yang tidak serupa pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang
mengakibatkan pendapatan. Pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari
barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas
yang ditransfer.
Karakteristik Pendapatan : P&L menyatakan bahwa pendapatan dapat
ditinjau dari 2 aspek : FISIK & MONETER
- Aspek fisik : pendapatan adalah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba
- Aspek moneter : pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan dapat diakui berdasarkan :
- Kemajuan Produksi , mis : produksi berdasarkan pesanan, berdasarkan kontrak atas barang berwujud seperti pembuatan kapal, gedung, jalan raya, bendungan dll.
- Saat produksi selesai, mis : industri ekstraktif (pertambangan), pertanian. Pengakuan ini disebabkan karena punya pasar yang luas dan harga yang pasti (mis : beras, timah, emas)
- Penjualan (dasar paling obyektif/standar utama)
Dasar ini didukung oleh P&L dengan alasan :
- Pendapatan merupakan jumlah rupiah yang menyatakan produk akhir operasi perusahaan dan oleh karena itu harus diakui dan diukur pada tingkat atau titik kegiatan yang menentukan dalam aliran kegiatan operasi perusahaan.
- Pendapatan harus benar-benar terjadi dan didukung dengan timbulnya aktiva baru yang dapat dipercaya, sebaiknya berupa kas atau piutang.
Keberatan dasar penjualan ini adalah :
- Ada kemungkinan barang dikembalikan
- Tidak seluruh piutang dapat tertagih
- Ada biaya yang timbul setelah penjualan ( mis : biaya administrasi, biaya perbaikan barang dll)
- Piutang (hasil penjualan kredit) bukan aktiva yang mempunyai daya beli yang nyata.
- Saat penerimaan Kas, mis : perusahaan jasa dan perusahaan yang menjual secara angsuran /cicilan.
Untuk penjualan angsuran, dasar pikirannya adalah :
- seluruh/sebagian piutang yang timbul bukan merupakan aktiva yang mempunyai daya beli murni
- makin lama jangka waktu untuk mengangsur semakin besar kemungkinan piutang tidak tertagih
- biaya sesudah penjualan, terutama biaya penagihan dan pengumpulan piutang , biasanya lebih tinggi dibanding dengan biaya sesudah penjualan untuk penjualan kredit (jk.pendek).
Kriteria pengakuan pendapatan menurut FASB:
Pendapatan baru dapat diakui apabila :
- Jumlah rupiah pendapatan telah terealisasi/cukup pasti segera terealisasi Terealisasi : telah terjadi transasksi pertukaran produk/jasa hasil kegiatan perusahaan dengan kas /klaimuntuk menerima kas.
- Sudah terhimpun/terbentuk (earned)
Masalah Pengukuran dan pengakuan pendapatan
a. Masalah pengukuran pendapatan
Pengukuran akuntansi haruslah
diarahkan ke penyajian informasi yang relevan untuk penggunaan yang ditetapkan.
Pembatasan data yang tersedia dan ciri-ciri tertentu dari lingkungan membatasi
keakuratan dan keterandalan pengukuran. Oleh sebab itu keterbatasan ini harus
dikemukakan secara eksplisit dan dipertimbangkan dalam pengembangan prinsip
serta prosedur akuntansi, karena kendala-kendala ini tidak dapat dibuang oleh
lingkungan atau kurangnya alat pengukur memadai. Nilai tukar produk atau jasa
sebagai hasil penjualan perusahaan merupakan ukuran terbaik dan paling objektif
bagi pendapatan.
Penentuan satuan ukur untuk
pendapatan secara umum dinyatakan dengan jumlah uang atau unit moneter.
Penentuan ini menimbulkan masalah, oleh sebab itu adanya penurunan atau
kenaikan daya beli umum sepanjang waktu. Keterbatasan pengukuran pendapatan
dapat timbul karena data akuntansi disajikan berdasarkan asumsi bahwa data itu
relevan. Meramalkan pada masa yang akan datang pada umumnya tidak pasti, maka
sulit menetapkan pengukuran yang relevan untuk tujuan ini. Namun,
ketidakmampuan untuk membuat pengukuran pendapatan yang terandal dan atribut
khusus yang dianggap relevan dapat juga disebab oleh kurangnya teknik
pengukuran yang terandal dan ketidakmampuan untuk menemukan prosedur pengukuran
pendapatan yang menjelaskan secara layak atribut yang sedang diukur.
b. Masalah pengakuan pendapatan
Pada penjelasan sebelumnya
konsep pendapatan hingga saat ini sulit dirumuskan oleh para ahli ekonomi
maupun akuntansi, hal ini disebabkan pendapatan menyangkut prosedur tertentu,
perubahan nilai tertentu dan waktu pendapatan harus dilaporkan.
Didalam definisi pendapatan
sebagai produk perusahaan dalam mengukur dan melaporkan pendapatan masih
menghadapi masalah. Suatu alternatif pengakuan pendapatan pada waktu
penyelesaian kegiatan utama ekonomi adalah konsep pelaporan pendapatan
berdasarkan kejadian kritis atau yang paling menentukan, dengan kata lain
sebagian pendapatan
diakui kemudian jika fungsi
Pentingnya analisis perubahan penghasilan dan biaya
Pendapatan sebagai salah satu
elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang
seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya
dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis
besar konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :
- Menurut ilmu ekonomi. Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
- Menurut ilmu akuntansi. Ada beberapa karakteristik tertentu dari
pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan
merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat dilihat
berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses
penandingan :
- Sumber pendapatan
- Produk dan kegiatan utama perusahan
Laporan perubahan laba bruto dan analisisnya
Laba kotor (gross profit)
merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Karena itu laba
kotor dipengaruhi oleh harga dan kuantitas penjualan, dan juga harga perolehan
tiap unit produk yang terjual. Dari sisi penjualan, perubahan Laba kotor
dipengaruhi oleh adanya perubahan pada item:
- perubahan harga jual per unit produk,
- perubahan kuantitas atau volume produk yang dijual atau dihasilkan.
Dari sisi harga pokok penjualan perubahan laba kotor dipengaruhi oleh
adanya perubahan :
- Harga pokok rata-rata per unit produk, dan
- Kuantitas atau volume produk yang dijual.
Berikut diuraikan beberapa
formula untuk mengukur variance atau ”penyimpangan” realisasi laba kotor dari
laba kotor yang dianggarkan. Formula-formula ini bisa juga digunakan untuk mebuat
analisis perubahan laba kotor antara tahun sekarang dengan tahun seelumnya.
Untuk tujuan ini maka kata-kata ”dianggarkan” dalam formula ini diganti dengan
kata-kata ”tahun lalu”.
Karena pertimbangan biaya dan
kepraktisan, perusahaan-perusahaan yang relatif kecil sering tidak mau membuat
anggaran yang lebih spesifik/formal dalam menjalankan bisnisnya. Sebagai
pengganti anggaran mereka menggunakan pengalamannya tahun-tahun sebelumnya
sebagai patokan (benchmark) untuk tahun terakhir.
- Perubahan harga jual (sales price variance); yaitu adanya perubahan antara harga jual yang sesungguhnya dengan harga jual yang dianggarkan, atau harga jual periode sebelumnya.
- Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance); yaitu adanya perbedaa anatara kuantitas produk yang direncanakan atau periode sebelumnya dengan kuantitas yang sesungguhnya terjual.
- Perubahan harga pokok penjualan per unit produk (Cost Price Variance); yaitu adanya perbedaan antara harga pokok penjualan per unit produk (unit cost) menurut anggaran atau periode sebelumnya dengan harga pokok sesungguhnya.
Berbagai macam bentuk ratio antar perkiraan di laporan rugi laba sehubungan
dengan analisis perubahan pendapatan
Setiap perusahaan dalam menjalankan
aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (working
capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji
pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran
lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan
gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan
beberapa pendapat :
- James C Van Harne (1997:214) menyatakan, bahwa “Modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar, dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan”.
- J.Fred Weston Eugene F. Brigham (1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan persediaan”.
- Bambang Riyanto (1995:7), mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :
- Konsep kuantitatif. Konsep ini menunjukan jumlah dana ( fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancer ( gross working capital ).
- Konsep kualitatif. Menitik beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep ini modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhdap hutang lancar ( net working capital ). Sehingga menunjukan margin of protection ( tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek )
- Konsep fungsional. Menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan yaitu current income dan future income. Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.
Tujuan laporan perubahan modal
kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu
periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode
tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang
bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya
Laporan Keuangan
Tahapan berikutnya dalam siklus
akuntansi adalah mempersiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini sangat
penting bagi pihak manajemen, kreditor dan investor.Laporan keuangan terdiri
dari 3 macam :
- Laporan Laba-Rugi (income statement). Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalah akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
- Laporan Perubahan Modal (statement of equity) . Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
- Neraca (balance sheet) . Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Analisa laporan keuangan
merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi
posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu,
dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin
mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.
Analisa rasio keuangan adalah
perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode
tertentu, data tersebut bisa antar data dari neraca dan data laporan laba rugi.
Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan
dari tahun ketahun. Jenis-jenis analisa rasio keuangan adalah :
a. Rasio Likuiditas . Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Ada 3 (tiga) macam rasio
likuiditas yang digunakan, yaitu :
- Current Ratio
- Acid Test Ratio
- Cash Position Ratio
b. Rasio Solvabilitas. Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang
jangka panjang). Ada 4(empat) rasio solvabilitas yang digunakan. yaitu :
- Total Debt To Equity Ratio
- Total Debt To Total Assets Ratio
- Long Term Debt To Equity
- Long Term Debt To Total Assets
c. Rasio Profitabilitas. Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Ada 4 (empat rasio
profitabilitas yang digunakan, yaitu :
- Return On Equity (ROE)
- Return On Assets (ROA)
- Net Profit Margin
- Gross Profit Margin
Operating ratio
Rasio keuangan yang berhubungan dengan kinerja penjualan yaitu:
• Profit margin. Profit margin merupakan salah satu rasio rentabilitas yang
menggambarkan laba (rugi) bersih per penjualan yang dihasilkan. Rumus untuk mencari profit
margin adalah:
Profit Margin = (Laba Bersih/Penjualan) * 100%
Semakin tinggi nilai profit margin berarti semakin baik, karena dianggap
kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
• Rasio operasi. Rasio operasi menggambarkan perputaran operating assets
dalam hubungannya dengan penjualan bersih dan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Rasio Operasi = (Penjualan Bersih/Aktiva Lancar) * 100%
Semakin tinngi rasio operasi berarti menunjukkan bahwa perusahaan dapat
memanfaatkan aktiva lancar yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan bersih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih
Menurut Ahmed Belkaouli dalam
bukunya Teori Akuntansi jilid 1(1987:Erlangga) Laba akuntansi secara
operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi
yang timbul dari transaksi periode tersebut dan biaya historis yang sepadan
dengannya. Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan
yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks.
Pendapatan sebagai salah satu elemen penentuan
laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini
disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan
waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis besar konsep pendapatan
dapat ditinjau dua segi, yaitu
1. Menurut ilmu ekonomi, Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai
maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan
mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula.
Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap
konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta
kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu
periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
2. Menurut ilmu akuntansi, Ada beberapa karakteristik tertentu dari
pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke
perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan.
Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan
kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses
penandingan.
Pendapatan direalisasikan ketika
kas diterima untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan itu dapat
direalisasikan ketiga klaim atas kas (misalnya, aktiva non kas seperti piutang
usaha atau wesel tagih) diterima yang ditentukan dapat segera dikonversikan ke
dalam kas tertentu. Kriteria ini juga dipenuhi jika produk tersebut adalah
suatu komoditas, seperti emas, dimana ada pasar publik untuk jumlah tak
terhingga, dan produk tersebut dapat dibeli dan dijual pada harga pasar yang
telah diketahui. Pengukuran pendapatan
Pendapatan harus diukur dengan
nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan
yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara
perusahaan dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur
dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan
dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh
perusahaan. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan
jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang
dapat diterima. Namun jika terdapat perbedaan antara nilai wajar dan jumlah
nominal, maka imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Nilai wajar
disini dimaksudkan sebagai suatu jumlah dimana kegiatan mungkin ditukarkan atau
suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memakai dan berkeinginan untuk
meakukan transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah nominal kas yang
diterima atau dapat diterima.
Pengakuan pendapatan. Pendapatan
yang timbul dari kegiatan normal perusahaan memiliki identifikasi tertentu.
Menurut PSAK No.23 kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara
terpisah kepada setiap transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu
untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang
dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya
mencerminkan substansi dari transaksi tersebut. Sebaliknya, kriteria pengakuan
diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut
terikat sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti
tanpa melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.
Analisis sumber dan penggunaan dana, atau sering
disebut dengan analisis dana, merupakan alat finansial yang digunakan untuk
mengetahui dari mana dana didapatkan dan untuk apa itu digunakan. Pengertian
dana yang digunakan dalam analisis sumber dan penggunaan dana dalam arti sempit
diartikan sebagai Kas. Sedangkan dalam arti luas
diartikan sebagai Modal Kerja.
Menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah membuat Laporan Perubahan Neraca yang
disusun dari neraca dari dua tahun berurutan. Laporan ini menggambarkan
perubahan masing-masing elemen neraca dari neraca awal menjadi neraca akhir.
Perubahan masing-masing elemen tersebut perlu dilakukan analisis, yaitu
elemen-elemen mana saja yang akan memperkecil dana. Elemen yang memperbesar
dana akan menjadi Sumber Dana, dan elemen yang
memperkecil dan akan menjadi penggunaan dana.
Dana dalam artian Modal Kerja Dalam laporan sumber dan penggunaan
modal kerja tidak tercantum didalamnya sumber-sumber dari penggunaan dana yang
berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahan-perubahan yang
hanya menyangkut unsur-unsur aktiva lancar dan hutang
lancar saja.
Dengan demikian, maka jumlah modal kerja hanya akan berubah jika ada perubahan unsur-unsur Non-Current Account. Sumber modal kerja yaitu yang mempunyai efek memperbesar modal, sedangkan Penggunaan modal kerja adalah yang mempunyai efek yang mengurangi modal kerja.
Catatan:
Apabila Sumber > Penggunaan berarti mempunyai efek positif terhadap modal kerja yaitu menambah modal kerja.
Apabila Sumber < Penggunaan berarti mempunyai efek negatif terhadap modal kerja yaitumemperkecil modal kerja.
Apabila Sumber = Penggunaan, maka tidak ada efek terhadap modal kerja, yaitu modal kerja tidak berubah.
Apabila Sumber > Penggunaan berarti mempunyai efek positif terhadap modal kerja yaitu menambah modal kerja.
Apabila Sumber < Penggunaan berarti mempunyai efek negatif terhadap modal kerja yaitumemperkecil modal kerja.
Apabila Sumber = Penggunaan, maka tidak ada efek terhadap modal kerja, yaitu modal kerja tidak berubah.
Dari tabel
diatas dapat kita ketahui bahwa terjadi kenaikan modal dari tahun 2001 ke 2002
yaitu sebesar Rp 12.000.000 dengan rincian modal kerja pada tahun 2001 dan 2002
masing-masing Rp 62.600.000 dan Rp 74.600.000
Analisa:
Karena jumlah penggunaan sumber yaitu sebesar Rp205.550.000, maka
penggunaan sebesar Rp 205.550.000 tersebut Penggunaan, maka tidak
ada efek terhadap modal kerja, yaitu modal kerja tidak berubah.Dari
laporan sumber dan penggunaan dana modal kerja diatas, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan dana yang paling menonjol adalah untuk cash deviden , mesin , tanah
dan piutang dagang
Tri Meli Heridah
48213960/3DA01
Sumber:
Tidak ada komentar :
Posting Komentar