Selamat Datang Di Blog Saya

Selasa, 05 April 2016

ANALISIS RASIO KEUANGAN


ANALISIS RASIO KEUANGAN

             Pengertian 
          Menurut Mahmud M.Hanadie Analisis rasio adalah penggabungan yang menunjukkan     hubungan antara suatu unsur  dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan, hubungan antara unsur laporan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.
          Analisis ratio merupakan bentuk atau cara umum yang digunakan dalam analisis laporan keuangan dengan kata lain diantara alat-alat analisis yang selalu digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahan suatu perusahaan di bidang keuangan adalah analisis ratio keuangan (Financial Ratio Analysis). Dalam Keown dkk tujuan dari analisis ratio adalah untuk membantu manager finansial memahami apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan, berdasarkan informasi yang tersedia dan sifatnya terbatas.
        Analisis ratio pada dasarnya tidak hanya berguna bagi kepentingan intern perusahaan saja melainkan juga pihak luar dan ini berbeda menurut kepentingan khusus dari analisis atau pihak yang berkepentingan.
          Analisis ratio berguna bagi para analisis intern untuk membantu manajemen membuat evaluasi mengenai hasil-hasil operasinya, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menghindari keadaan yang dapat menyebabkan kesultan keuangan.
  •   Rasio Likuiditas

          Adalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31). 
Rasio likuiditas terdiri dari :
           a. Current Ratio
 
Current  Ratio adalah perbandingan  antara  aktiva lancar  dan utang  lancar (Miswanto dan Eko Widodo, 1998, hal 83).
Rumus  :
           Current Ratio  =     Aktiva Lancar  / Hutang Lancar 
Current  ratio  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk  membayar  utangnya  yang harus         segera  dipenuhi dengan mengunakan aktiva lancar yang dimilikinya. 

          b.  Cas Ratio (Ratio Immediaate Solvency)
Aktiva  perusahaan  yang paling  likuid  adalah  kas  dan  surat   berharga. Cash  ratio  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk membayar  utang  jangka  pendek  dengan  kas  dan surat  berharga  yang dapat   segera  diuangkan. Tidak terdapat  standar  likuiditas  untuk  cash  ratio sehingga  penilaiannya  tergantung  pada  kebijakan   manajemen.

Rumus  :


             Cash Ratio  =     Kas + Surat Berharga / Hutang Lancar

                        

         c. Quick Ratio (Acid Test Ratio)

Quick ratio  merupakan rasio  antara   aktiva  lancar  sesudah dikurangi  persediaan  dengan  hutang lancar. Rasio ini  menunjukkan  besarnya  alat  likuid   yang paling cepat   bisa  digunakan  untuk melunasi     hutang lancar.  Persediaan  dianggap aktiva   lancar  yang paling   tidak lancar, sebab  untuk menjadi    uang tunai  (kas)  memerlukan  dua  langkah  yakni   menjadi piutang  terlebih dulu  sebelum menjadi kas.
Rumus :
             Quick Ratio  =     Aktiva Lancar – Persediaan 
                                             
                                                  Hutang Lancar

  • Ratio Solvabilitas 

Solvabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk  memenuhi  segala kewajiban   finansialnya  apabila  sekiranya   perusahaan  tersebut  pada saat itu  dilikuidasikan (Bambang Riyanto, 1995, hal 32).
Suatu  perusahaan yang  solvabel  belum  tentu  likuid  dan  sebaliknya  sebuah  perusahaan  yang  insolvabel  belum  tentu  ilikuid. Dalam  hubungan antara  likuiditas  dan solvabilitas  ada empat   kemungkinan  yang dapat   dialami  oleh perusahaan yaitu :
a. Perusahaan yang likuid tetapi insolvabel 
b. Perusahaan yang likuid  dan solvabel
c. Perusahaan  yang solvabel  tetapi ilikuid
d. Perusahaan  yang insolvabel  dan ilikuid

Tingkat   solvabilitas  diukur  dengan beberapa   rasio,  yaitu :
      a.  Total Assets to Total Debt Ratio
           Total Asseta to total Debt Ratio adalah ratio yang dihasilkan dengan membandingkan jumlah aktiva (total assets) disitu pihak dengan jumlah utang (total debt dilain pihak).

Rumus :
                Total Debt Ratio =     Total Hutang
                                               
                                                    Total Aktiva

       b. Total Debt To Equity ratio
           Rasio ini membandingkan modal sendiri (Net worth) disatu pihak dengan total hutang (Total Debt) di lain pihak.
Rumus  :
 
               Total Debt To Equity Ratio =     Total Hutang 
                                                                
                                                                  Modal Sendiri 
Makin kecil  prosentase ratio  ini berarti  makin    cepat perusahaan menjadi insolvabel. Tingkat   solvabilitas  dapat  dipertinggi  hanya dengan  jalan penambahan  modal sendiri dengan alternatif  sebagai berikut:
  1. Menambah aktiva tanpa menambah utang atau menambah aktiva relatif lebih besar dari pada  ber tambahannya hutang.
  2. Mengurangi hutang tanpa mengurangi aktiva atau mengurangi hutang relatif besar dari pada berkurangnya aktiva.


  •   Rasio  Rentabilita

Rentabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan   perbandingan antara  laba  dengan aktiva   atau modal  yang menghasilkan  laba tersebut. Dengan kata  lain rentabilitas  adalah  kemampuan  suatu perusahaan  untuk menghasilkan laba  selama  periode  tertentu (Bambang Riyanto, 1997,     hal 35).

Adapun  cara penilaian  Rentabilitas  adalah :

          a. Rasio Rentabilitas Ekonomi (Earning Power)

Rentabilitas  ekonomi  ialah perbandingan antara  laba usaha  dengan modal  sendiri  dan modal asing  yang dipergunakan  untuk  menghasilkan  laba tersebut  dan dinyatakan  dalam  persentase (Bambang Riyanto, 1997, hal  36).
Modal   yang diperhitungkan   untuk menghitung  rentabilitas  ekonomi   hanyalah modal   yang  bekerja  didalam perusahaan  (Operating Capital / Assets). Demikian pula laba  yang diperhitungkan  untuk menghitung   rentabilitas  ekonomi  hanyalah  laba yang berasal  dari operasi   perusahaan,  yaitu  yang disebut   laba usaha  (Net  Operating  Income).
Rumus :

      Rentabilitas Ekonomi =           EAT
                                              
                                                 Total Aktiva        
                                       

 Tinggi  rendahnya  rentabilitas  ekonomi  ditentukan  oleh dua faktor   yaitu 
  1. Profit   Margin,  yaitu  perbandingan  antara  “Net  Operating Income”, dengan “Net Sales”, perbandingan   mana dinyatakan   dalam persentase. 
  2. Turnover  of Operating  Assets  (Tingkat  perputaran aktiva  usaha), yaitu kecepatan berputarnya  operating  asets  dalam  suatu  periode tertentu.



             b.     Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas  modal sendiri atau sering  juga  dinamakan rentabilitas  usaha adalah  perbandingan  antara  jumlah  laba yang  tersedia  bagi  pemilik   modal sendiri  disatu   pihak  dengan jumlah   modal sendiri  yang menghasilkan   laba tersebut  dilain  pihak (Bambang Riyanto, 1997, hal 44).
Rumus  :
          Rentabilitas Modal Sendiri =               EAT
                                                              
                                                                Modal Sendiri  
 CONTOH  KASUS DAN SOLUSINYA


Contoh 1
            Dengan menggunakan data tentang ratio industri 19x3 berikut ini, susun laporan keuangan PT Maju Jaya untuk tahun 19x4:
  1. Debt/Equity                = 1,5
  2. Quick ratio                  = 1,25
  3. Capital structure          = 1:1
  4. Asset turnover             = 2x
  5. Gross profit margin     = 0,25
  6. Modal saham               = Rp 300.000
  7. Laba ditahan               = Rp 100.000

Penyelesaian:
1.      Utang:
            Karena,      debt  = 1,5 maka               debt              = 1,5
                         
                           Equity                    300.000 + 100.000
            Sehingga debt = 1.5 (400.000) = 600.000

2.      Total aktiva = utang + modal sendiri
                          = 600.000 + 400.000 = 1.000.000

3.      Struktur modal = utang jangka panjang = 1
                                      
                                 Modal sendiri
                               = utang jangka panjang = 1
                                        
                                           400.000
Utang jangka panjang = 1 x 400.000 = 400.000
Karena total utang       = 600 berarti:
Utang lancar                = 600.000 – 400.000 = 200.000

4.      Asset turnover = 2x
Karena,   penjualan  = 2 maka   penjualan = 2
            
                 Total aktiva                  1.000.000
Sehingga penjualan  = 2 x 1.000.000 = 2.000.000

5.      Collection period = 27,375 hari, berarti:
Piutang = 27,375 x 2.000.000 = 150.000
            
                           365

6.      Kas dan piutang:
Karena quick ratio = kas + piutang = 1,25
                               
                                 Utang lancar
Maka,    penjualan =  kas + 150.000 = 1,25

Rp 1.000.000    200.000
Sehingga kas + 150.000 = 1,25 x 200.000 = 250.000
Artinya kas = 250.000 – 150.000 = 100.000

7.      Harga pokok penjualan:
Karena gross profit margin = 0,25
Berarti, laba kotor = laba kotor = 0,25
           
             Penjualan     2.000.000
Sehingga laba kotor = 0,25 x 2.000.000 = 500.000
Dengan demikian harga pokok penjualan = 2.000 – 500 = 1.500

8.      Persediaan
Karena inventory turnover = harga pokok penjualan = 6 kali
                                                   
                                                       Persediaan
Berarti persediaan = 1.500.000 = 250.000
                                  
                                         6
            Dengan demikian hasil perhitungan tersebut kita dapat menyusun neraca dan laporan rugi laba sebagai berikut.

Neraca PT Maju Jaya 19x4
Aktiva
Pasiva
Kas
        100,000
Utang lancar
        200,000
Piutang
        150,000
Utang jangka panjang
        400,000
Persediaan
        250,000
Modal saham
        300,000
Mesin
        500,000
Laba ditahan
        100,000
Total Aktiva
     1,000,000
Utang dan Modal
     1,000,000


Proyeksi laopran rugi laba PT Maju Jaya 19x4



 

Contoh 2
PT Mitra pada tahun 2000 akan menyusun laporan keuangan (Neraca dan laporan R/L) dengan mengacu
  1. Asset turnover 1,5x
  2. Gross provit margin 30%
  3. Inventory turnover 6x
  4. Debt to net worth 50%
  5. Average collection periode 40 hari
  6. Acid test ratio 1,2
  7. Profit margin 10%
  8. modal sendiri 180.000

Penyelesaian:
  1. Debt to net worth = 180.000 x  50                 = 90.000 (hutang lancer)
                    100

  1. Total aktiva = 180.000 + 90.000                     = 270.000 (total aktiva)

  1. Asset turnover =         penjualan
   Total aktiva rata-rata
1.5       = penjualan                              = 405.000 (penjualan)
             
                   270.000

  1. Gross provit margin    =    laba kotor
    Penjualan bersih
0.3              =  laba kotor                = 121.500 (laba kotor)
   
  405.000
            HPP     = Laba kotor – penjualan
                        = 405.000 – 121.500                           = 283.500 (HPP)

  1. Provit margin  =          EAT
  Penjualan bersih
0.1              =   EAT                                   = 40.500 (laba bersih)

  405.000

  1. Inventory turnover      =          HPP
  Rata-rata persediaan
                                    6          =          283.50                   = 47.250 (rata-rata persediaan)
                                                 
                                                  Rata-rata persediaan

  1. Average collection periode     = piutang x 365
      Penjualan
40                = piutang x 365    = 45.000 (piutang)
  
      405.000

  1. Acid test ratio = aktiva lancar – persediaan
Utang lancar
1.2              = aktiva lancar – 47.250          = 155.250 (aktiva lancar)

90.000

  1. Kas      = aktiva lancar –persediaan – utang
= 155.250 – 47.250 – 45.000              = 63.000 (kas)

  1. Aktiva tetap    = total aktiva – aktiva lancar
= 270.000 – 155.250               = 114.750 (aktiva tetap)

Neraca  PT Mitra pada tahun 2000
Aktiva
Pasiva
Kas
          63,000
Utang lancar
          90,000
Piutang
          45,000
Modal saham
        180,000
Persediaan
          47,250


Aktiva tetap
        114,750


Total Aktiva
        270,000
Utang dan Modal
        270,000



                                                          Laporan R/L PT Mitra pada tahun 2000
Tri Meli Heridah
48213960/3da01

sumber:

http://dokumen.tips/documents/contoh-soal-analisis-keuangan.html
 










 








2 komentar :