Selamat Datang Di Blog Saya

Minggu, 25 Oktober 2015

Rangkuman Informasi dalam Praktik

Informasi dalam Praktik- Informasi Sebagai  Salah Satu Faktor Penting Penentuan Keberhasilan Sistem Pemrosesan Transaksi

Kinerja dalam beberapa area operasi perusahaan dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan. Area ini, yang disebut faktor-faktor penting penentuan keberhasilan atau critical success factors (SCF), akan berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, namun cenderung akan mengikuti  pola-pola tertentu berdasarkan bidang industrintya. Kemampuan sebuah perusahaan dalam mengembangkan sistem informasi yag baik adalah suatu CSF. Sistem seperti ini adalah sistem yang memproses data akuntansi dan memberikan informasi kepada unit-unit organisasi.
Sistem pemrosesan transaksi yaitu sistem yang memproses data akuntansi perusahaan. Data dikumpulan dari sistem fisik perusahaan dan dimasukkan kedaam suatu basis data, bersama-sama dengan data dari lingkungan.
Sistem distribusi terdiri atas tiga proses utama:
  1.     Memenuhi  pesanan pelanggan, pemrosesan pesanan melibatkan suatu sistem entri pesanan,    sistem persediaan, sistem penagihan, dan sistem piutang piutangdagang.
  2.   Memesan persediaan pengganti dari pemasok, sistem penggantian persediaan ini terdiri          atas sistem pembelian, sistem penerimaan, dan sistem utang dagang.
  3.  Memelihara buku besar, sistem buku besar ini  terdiri dari dua subsistem utama:          memperbarui sistem buku besar dan sistem pembuatan laporan manajemen.



Sistem informasi organisasi dibuat sesuai dengan area bisnis dan tingkat organisasi. Sistem untuk area bisni terdiri atas dua subsistem yaitu :  
                Subsistem Input yang mengumpulkan data dan informasi untuk dimasukan kedalam basis data. Ada tiga subsistem Input yaitu : 
    •  Sistem pemrosesan transaksi 
    •  Sistem yang melakukan proyek-proyek riset khusus 
    •  Sistem yang mengumpulkan data inteligensi dari lingkungan 
               Subsistem Output yang mengubah data menjadi informasi. Sistem output menghasilkan informasi yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas paling penting dari unit organisasi, contohnya: untuk sistem informasi pemasaran, subsistem output memberikan laporan mengenai empat unsur bauran pemasaran.

         Suatu aplikasi komputer yang saat ini menarik banyak perhatian adalah manajemen  hubungan pelanggan atau customer relationship management (CRM). Aplikasi ini menuntut adanya area penyimpanan data berukuran super yang disebut data warehouse (gudang data), yang akan mengakumulasikan data sebagai ganti dari menjaganya tetap mutakhir, membuat data dapat diambil dengan mudah.
        Suatu sistem data warehousing meliputi suatu area pengumpulan dimana  ETL (extraction, transformation, dan loading) dilakukan, suatu tempat penyimpanan data warehouse dimanadata disimpan, dan suatu sistem penyampaian  informasi yang mengubah data menjadi informasi dan menyampaikannya kepada para pengguna.
    Data di simpan di tempat penyimpanan  data warehouse dalam bentuk tabel dimensi dan tabel fakta, yang terintegrasi di dalam  suatu paket informasi. Tampilan paket informasi dan tabel dimensinya dalam bentuk grafik disebut skema bintang(starschema).
    Proses mencari data dalam data warehouse disebut data mining (penambangan data), dan dapat dilakukan dalam dua cara yaitu:
    1. Dalam verifikasi hipotesis (hypothesis verification), pengguna yakin bahwa terdapat pola-pola tertentu didalam data, dan sistem dapat mengonfirmasikan atau menolak asumsi ini.
    2. Dalam penemuan pengetahuan (knowledge discovery), pengguna menyerahkan sepenuhnya kepada sistem untuk menemukan pola-pola, yang akan dilakukannya dengan mempergunakan logikan kecerdasan buatan.



    Daftar pustaka : McLeod, Raymond, Jr & schell, George P, 2008, Sistem Informasi Manajemen, Edisi 10, Terjemahan oleh Ali Akbar Yulianto dan Afia R. Fitriati, Salemba Empat, Jakarta

    Dirangkum oleh:
    Tri Meli Heridah
    3DA01

    48213960

    Tidak ada komentar :

    Posting Komentar