Selamat Datang Di Blog Saya

Rabu, 21 Oktober 2015

Rangkuman Pengembangan Sistem



PENGEMBANGAN SISTEM            

Pendekatan sistem terdiri atas tiga fase upaya yaitu:  
  1.  Upaya Persiapan termasuk melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan,  dan mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan. 
  2. Upaya Definisi terdiri atas dua langkah : melanjutkan dari sistem ke tingkat subsistem dan       menganalisis bagian-bagian sistem secara berurutan. 
  3. Upaya Solusi meliputi pengidentifikasian solusi-solusi alternatif, mengevaluasinya, memiliki solusi yang baik.

Ketika pendekatan sistem diterapkan pada pengembangan sistem, hasilnya adalah siklus hidup pengembangan sistem (Systems development life cycle_SDLC) yaitu aplikasi dari pendekatan sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi. Sejumlah metodologi SDLCtelah mengalami evolusi, dengan siklus tradisional, prototyping, RAD, dan pengembanganberfase yang menarik lebih banyak perhatian. 
  1. Pendekatan SDLC tradisional, yang juga disebut pendekatan air terjun, terdiri atas lima tahap yaitPerencanaan, Analisis, Desain, Implementasi, Penggunaan.
  2. Dalam prototyping , satu sistem uji coba dikembangkan dengan cepat  dan disajikan kepada  pengguna untuk ditinjau. Selanjutnya akan dilakukan penyempurnaan berdasarkan tinjauan,  dan proses ini akan diulang sampai prototipe tersebut disetujuin oleh pengguna. Prototipe adalah satu servi dari sebuah sistem potensial yang meberikan ide bagi para pengembang dan dan calon  pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai. Ketika prototiper menjadi sistem produksi , maka disebut sebagai prototipe evolusioner (evalutionary prototype).Ketika prototipe digunakan sebagai cetak biru untuk proyek pengembangan yang lain, maka disebut sebagai prototipe prsyaratan ( requirements prototype ).
  3. Pengembangan aplikasi cepat ( rapid application development_RAD) menekankan pada  tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi dan penggunaan alat-alat pengembangan berbasis  komputer.
  4. Pengembangan  berfase mengambil fitur-fitur terbaik dari metodologi-metodologi yang lain dan mengulangi tahap-tahap analisis, desain, dan konstruksi awal untuk setiap modul utama dari sistemyang sedang dikembangkan.
     Setelah sistem dipergunakan dan terdapat kebutuhan untuk mengembangkannya kembali dengan mempergunakan teknologi modern : suatu metodologi yang disebut Desain Ulang Proses Bisnis (bisiness process redesign) akan dapat dijalankan. Rekayasa terbalik ( reverse engineering ) dapat diterapkan pada sistem warisan untuk menghasilkan  dokumentasi yang dibutuhkan. Rekayasa ulang (reverse engineering) terdiri atas rekayasa terbalik, kemudian diikuti dengan menjalankan tahapan-tahapan SDLC dalam urut-urutan normal-suatu proses yang diseut rekayasa ke depan (forwardengineering).
     Ketika sistem dikembangkan, proses, data, dan objek akan dibuat modelnya. Alat pemodelan proses yang populer adalah pembuatan diagram arus data, yang mempergunakan simbol-simbol untuk proses dan unsur-unsur lingkungan yang dihubungkan oleh panah untunk menunjukkan arus data. Penyimpanan data diilustrasikan dengan simbol penyimpanan data. Diagram bertingkat terdiri atas diagram arus data (data flow diagram_DFD). Tingkat DFD yang tertinggi adalah diagram konteks (context diagram), diagram pada tingkat yang lebih rendah adalah diagram Nomor 0, dan diagram-diagram pada tingkat yang lebih rendah disebut diagram Nomor n.DFD tidak begitu efektif untuk menunjukkan detail dan biasanya dilengkapin dengan alat pemodelan proses yang lain, seperti kasus penggunaan (usecasess).
      Sejalan dengan pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh perusahaan, proyek-proyek akan dikelola oleh suatu hierarki manajer yang dapat terdiri atas komite eksekitif, steering commmittee SIM, dan seorang manajer proyek untuk setiap tim pengembangan. Manajemen proyek dimulai dengan sebuah rencana, yang ditentukan secara mendetail melalui grafik Gantt dan mungkin dalam format ringkasan melalui diagram jaringan. Secara berkala disepanjang proyek, pimpinan proyek akan membuat laporan lisan maupun tulisan kepada steering committee SIM, mengiformasikan kemajuan, masalah dan rencana kepada para anggota.

    Sebelum manajemen memberikan kata setuju untuk memulai suatu proyek sistem, mereka biasanya meminta agar biaya proyek diestimasi. Data imput digunakan  dalam berbagai cara untuk menghasilkan  tidak hanya estimasi biaya, melainkan juga detail-detail pendukung seperti bagaimana estimasi dilakukan, asumsi-asumsi, dan bagaimana varians biaya  akan dikelola setelah proyek dijalankan. Rencana manajemen biaya (cost-management plan)menjelaskan bagaimana varians biaya akan dikelola. Estimasi biaya dibuat untuk seluruh sumber daya yang dibebankan ke proyek dan biasanya dinyatakan dalam unit-unit keuangan  yang berlaku, seperti Dolar atau Euro.

Daftar Pustaka :  
McLeod, Raymond, Jr & schell, George P, 2008, Sistem Informasi Manajemen, Edisi 10, Terjemahan oleh  Ali Akbar Yulianto dan Afia R. Fitriati, Salemba Empat, Jakarta

TRI MELI HERIDAH
3DA01
48213960  

Tidak ada komentar :

Posting Komentar